Mistake
Udah lama banget gak nulis ntah karena kesibukan mau masuk S2 kemaren atau males gak tau lah.. singkat cerita satu semester sudah saya menjadi salah satu mahasiswa program kemagisteran di salah satu universitas negeri yang ada di Yogyakarta. Awalnya sih berasa biasa aja bosan malah, mungkin karena belum bisa nyatu sama temen-temen sekelas. but, so far its feel so good. Aamiin.
Bingung mau mulai cerita dari mana, selain berkutat dengan masalah-masalah yang sama sekarang saya dihadapkan dengan 2 masalah yang saya anggap pelik. pertama masalah keluarga, kedua masalah hati seorang wanita. tapi, kayaknya kalau disini gak etis cerita masalah keluarga jadi saya akan bercerita sedikit ttg masalah yang lainnya.
sebut saja namanya Melati, kurang lebih satu bulan sudah kami saling kenal. orangnya asik, rame, baik, dan polos bgt. senang rasanya dapat dekat dengannya. pengertiannya sangat luar biasa, kami dapat bercerita apapun sepanjang waktu. baik itu tentang kami atau tentang ikan paus di lautan.bersahaja sekali rasanya.
Awalnya saya kira saya suka dengannya tapi semakin kesini saya ngerasa ada yang janggal. seperti ada ruang kosong yang tak terisi. ingin sekali rasanya ngebuka tabir ruang itu tapi nihil. ruang itu tetap diam membisu tak bergeming sedikitpun. tapi mau dikata apa lagi, nasi sudah menjadi bubur , janji sudah terucap tak mungkin rasanya saya tarik segampang itu saja, apalagi ini ttg perasaan seorang wanita.
ooohh kesalahan ....
ibu saya pernah bilang "jgn sampai kamu nyakitin hati cwe, itu sama aja kamu nyakitin mama".
"tapi mah kalau hati aku yang disakitin gmna?"
"ITU KAMU YANG BEGO" kata mama. (salah nanya! dalam hatiku)
susah lah saya bukan orang yang pintar merangkai kata atau sekedar bercerita menyampaikan maksud hati, tapi yang saya ingin jelaskan sekarang bagaimana bisa saya menjalin hubungan dengan orang dengan setengah hati? pasti ujung-ujungnya bakal berakhir buruk. tapi bagaimana bisa saya mengakhiri hubungan itu saat ini juga kalau ujung-ujungnya juga sama. terlebih akan sangat membuat dia terluka.
saya kira ini perasaan sayang, ternyata cuma obsesi semata.
akhirnya tetap aja bandara ini gak dapat nerima kedatangan pesawat baru
akhirnya tatap aja bandara ini menunggu satu pesawat yang telah lama pergi untuk kembali.
untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.
